Kamis, 29 April 2010
Ketika Negara dikuasai oleh Para KORUPTOR 1
Sabtu, 24 April 2010
Ketika Negara dikuasai oleh Para KORUPTOR
Semakin sedih dengan keadaan Indonesia sekarang ini.Satu persatu kebusukan dalam mengelola negara terungkap,korupsi,mafia peradilan,mafia hukum jelas nampak didepan mata dan menjadi berita sehari-hari.Adakah harapan lebih baik untuk negara seperti ini?Peraturan di buat untuk diakali,bukan ditegakkan untuk kebaikan dan kehormatan rakyat.Bahkan sekarang peraturan di buat untuk sengaja mematikan rakyat kecil.Bagaimana sekarang mall yang dikuasai oleh pemodal besar,sudah masuk ke kabupaten,yang mematikan usaha kecil dan pasar tradisional.Ketika negara dengan basis pertanian dan pelayaran,karena bentang luas wilayahnya terdiri dari lahan-lahan pertanian yang subur dan laut yang luas yang sesungguhnya sebagai modal yang sangat besar untuk maju dan berkembang,tapi kita malah terpuruk dan miskin.Kita malah jadi pengimpor gandum,bahkan garam.Sementara petani kecil tidak pernah diurus dan diberdayakan.Yang ada kemudian adalah para penguasa korup ini membuat peraturan yang memberi ruang investasi yang sangat luas kepada investor asing yang mempunyai modal besar.Lengkap sudah penderitaan bangsa ini,kehormatan yang digadaikan,kesejahteraan yang sudah di jual kepada kapital asing,yang sesungguhnya hanya menguntungkan para investor asing dan para penguasa korup atas komisi yang diterimanya.Rakyat diabaikan,kesejahteraan digadaikan kepada investor asing sehingga menjadilah negara yang tanpa daulat pada hakekatnya.
Kutipan kompas hari ini.....semakin saya mengelus dada.....
Senin, 08 Maret 2010
RI Negara Terkorup di Asia Pasifik
Inilah prestasi terbaru dari negeri tercinta Indonesia.......Menyedihkan sekaligus memalukan.....
Senin, 08/03/2010 19:49 WIB
Jakarta - Berdasarkan hasil survey Hong Kong-based Political & Economic Risk Consultancy Ltd, Indonesia menjadi negara terkorup setelah Kamboja di Kawasan Asia-Pasifik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki reputasi.
Tidak hanya reputasi saja, Sri Mulyani mengatakan pemerintah berusaha meningkatkan kinerja dan mengisi berbagai pemberitaan yang positif terhadap reformasi dan integritas.
Sabtu, 27 Februari 2010
Sederhanakah eS Be Ye???
Sekedar untuk mengingat betapa bertolak belakangnya apa yang disampaikan SBY dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kemarin.Santun dan indah apa yang ia sampaikan,tapi kemunafikan yang ia pertontonkan kepada rakyat jelata.
.....................................................
Jelang Tahun Baru, Menteri Naik Mobil Anyar Toyota Crown Saloon
"Menurut saya lebih enak Camry. Kalau ini (Crown) agak sempit," kata seorang sopir pribadi menteri yang ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Sementara itu pihak PT Toyota-Astra Motor (TAM) saat dikonfirmasi mengakui bahwa mulai bulan Desember ini pihak TAM telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah dalam hal ini Sekretariat Negara (Setneg) untuk pengadaan mobil baru Toyota Crown Royal Saloon.
"Untuk hal ini lebih baik tanya ke Setneg langsung," kata sumber Toyota tersebut.
Baca Selengkapnya dan Rajinlah membaca..!!!
Jumat, 26 Februari 2010
SBY Jago PIDATO
Membaca berita tentang pidato SBY dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seakan tergambar jelas semua kemunafikan yang dilakukan oleh pemerintah SBY saat ini.Betapa tidak,SBY mengajak seluruh komponen umat muslim untuk mengikuti gaya hidup nabi Muhammad SAW,membangun kehidupan demokrasi yang penuh kesantunan,menghindari fitnah dan dendam.Sementara dalam 3bulan pertama periode kedua sebagai presiden RI apa yang terjadi sesungguhnya pengingkaran terhadap apa yang ia serukan.Kasus kriminalisasi ketua KPK yang menyeret Bibit dan Candra hamzah sungguh potret buram pemberantasan korupsi di Indonesia.KPK sebagai ujungtombak pemberantasan korupsi malah sengaja dikriminalisasi,ketuanya ditahan dengan alasan yang tidak jelas dan dibuat-buat.Bahkan Anggodo sebagai pihak yang melakukan upaya kriminalisasi berani menyatut nama presiden RI,aktif berkomunikasi dengan pihak kejaksaan agung dan polri.Sangat mengherankan sekali kenapa SBY tidak bersuara samasekali,protes atas pencemaran nama baik dalam kasus kriminalisasi ketua KPK.Atas dukungan luas masyarakat,kasus bibit dan candra akhirnya di hentikan dan dikembalikan menjadi ketua KPK kembali.
Baru selesai kasus ketua KPK,muncul lagi kasus Bail-out Bank Century yang terindikasi korupsi dan penyalahgunaan wewenang hingga menyebabkan kerugian uang negara Rp 6,7 T.Kecurigaan muncul dimana-mana kepada gubernur bank Indonesia saat itu yakni Boediono dan sri mulyani selaku menteri keuangan.Aliran dana Century dicurigai mengalir ke partai Demokrat yang ditengarai dengan dipilihnya Boediono sebagai pasangan Cawapres pada pemilu juni 2009 lalu.Indonesia yang semakin terjerumus dalam jurang korupsi dan hutang luar negeri.Awal januari 2010,semua pejabat negara mendapatkan mobil baru jenis Toyota Royal Saloon seharga Rp 1,3M untuk satu unit.Bahkan para menteri baru saja dilantik berwacana minta kenaikan gaji,belum lagi mereka bekerja demi kepentingan rakyat Indonesia.Miris dan sedih mendengar berita seperti ini.
Rabu, 24 Februari 2010
Kesimpulan Akhir kasus Bank Century
"Keterlibatan BO (Boediono) yang perintahkan SCF (Siti Ch Fadjriah) untuk selamatkan Century. Direktur pengawasan bilang tidak layak Bank Century menerima FPJP. Lalu terjadi perubahan Peraturan BI yang dipimpin BO dan didukung MSG (Miranda S Goeltom) dan melibatkan BM (Budi Mulya)," tuturnya.
Sementara itu, Sri Mulyani dinilai salah ketika menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Sri Mulyani dinilai tidak melakukan revaluasi terhadap data BI yang tak mutakhir oleh BI di bawah kepemimpinan Boediono. Selain itu, menurut Golkar, pihak-pihak yang terlibat juga adalah pihak Bank Century adalah Robert Tantular, Rafat Ali Rizki, dan Hesyam Al Waroq. Ketiganya dinilai bertanggung jawab kerugian bank yang berakibat pada kerugian negara.
"Mereka terus-menerus melakukan kecurangan," tegasnya. Para deputi gubernur BI juga dinilai sebagai pihak yang terlibat, yaitu Aulia Pohan dan Anwar Nasution yang dianggap menutupi hasil pemeriksaan CIC yang diduga kuat melanggar dan lakukan tindak pidana padahal peranannya sebagai pengawas perbankan.
Golkar juga mencatat keterlibatan Miranda Gultom, Maulana Ibrahim dan Sabar Anton Tarihoran yang terindikasi memberi izin akuisisi dan ijin merger yang jelas-jelas melanggar ketentuan dan tak memenuhi syarat. Begitu pula, pascamerger, BI tidak melakukan pengawasan yang ketat dan di sini melibatkan Miranda, Maulana dan Siti Ch Fadjriah.
"Mereka tidak menempatkan Bank Century pada pengawasan khusus tapi intensif," lanjutnya kemudian. Nama Marsillam Simanjuntak pun akhirnya jga disebut Golkar sebagai pihak yang dinilai telah mengintervensi keberlanjutan pengucuran dana Bank Century hingga trilyunan tupiah.
Ditambah pula peran Rudjito, Firdaus Djaelani dan Damin Nasution yang membiarkan dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) terus mengalir. Sebelumnya, Golkar juga mencatat bahwa nasabah Bank Century atau penerima dana ilegal dan korporasi yang terkait bersalah.
Kamis, 11 Februari 2010
BOEDIONO BENAR-BENAR NEOLIB
Rabu, 10/02/2010 10:12 WIB
Bertemu, Soros-Boediono Saling Tersenyum
Ketua Institute Keterbukaan Masyarakat (Open Society Institute) George
Soros, menyambangi Istana Wapres. Soros melakukan pertemuan dengan
Wapres Boediono.
Soros tiba di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2010) pukul 09.00 WIB.
Soros
yang terbalut jas warna abu-abu langsung disambut Boediono yang
mengenakan kemeja warna putih lengan pendek. Soros dan Boediono
langsung berjabat tangan dan melempar senyuman.
Soros datang
didampingi Direktur International Operation Open Society Institute
Geogre Vickeris, Indonesia Program Directur Open Society Institute
Zohra Dawood, Yuli Ismantono dari Yayasan TIFA. Pertemuan berlangsung
tertutup.
Belum diketahui agenda yang dibahas. Namun menurut
informasi, pertemuan nanti akan membahas sejumlah agenda penting
terkait dengan kerjasama dua belah pihak. Meski demikian, belum
diketahui secara detail pembahasan yang akan berlangsung nanti.