Hari-hari ini saya sudah menemukan semangat hidup untuk pulang dan membangun mimpi,hidup yang dekat dengan istri dan anak.Saya sudah jenuh dan merasa terlalu kangen kepada istri dan jagoan kecil saya.Terlalu sayang dan terlalu berat ternyata harus berpisah dengan keluarga.Bahkan masa-masa perkembangan si anak terlewat,kelucuannya,spontanitasnya,bagaimana dia mengenal dunia baru adalah sesuatu yang teramat membahagiakan.Seperti inikah rasanya jadi ayah?atau ini hanya perasaan melankolis saya,saya gampang terharu ketika anak saya menangis ditinggal kerja.Awalnya cuma diam,ayah mau kerja dulu ya?ga boleh nangis,ga boleh rewel sama mama.Saya pamit dan tangan saya diciumnya,dan kebiasaannya dia bergegas ke jendela untuk melihat saya pergi.Ketika saya mulai menjauh berjalan atau naik mobil(mobil pinjaman maksudnya..hehehe,terimakasih banyak untuk keluarga mas Toni yang meminjamkan mobil untuk mobilitas saya dan keluarga selama di Brunei Darussalam) baru kemudian dia menangis.Bahkan kemudian sayalah yang menangis ketika istri dan anak akan pulang ke Indonesia,tiap kali memandangi anak saya tidur ada keharuan yang membuncah tidak ingin terpisah.
Baca Selengkapnya dan Rajinlah membaca..!!!
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Islam. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Maret 2010
Minggu, 03 Januari 2010
Perhatikanlah Anak-Anakmu
Friday, 10 March 2006 15:37
"Jikalau
Anda tidak mengatakan kebenaran tentang diri sendiri, Anda tidak dapat
mengatakan kebenaran tentang orang lain" (Virgina Woolf).
Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata, "Suatu hari aku sedang bersama anak-anak. Tiba-tiba muncul Rasulullah SAW dan berkata, 'Assalamualaikum, hai anak-anak'."
Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata, "Suatu hari aku sedang bersama anak-anak. Tiba-tiba muncul Rasulullah SAW dan berkata, 'Assalamualaikum, hai anak-anak'."
Sementara itu, pada suatu hari,
seorang pegawai Umar bin Khatab ra menemui khalifah tersebut. Ia kaget
mendapati sang khalifah sedang berbaring, sementara beberapa anak kecil
sedang asik bermain-main di sekitarnya. Orang tadi memperlihatkan rasa
keheranan melihat hal itu.
Sang Khalifah lalu bertanya, "Jadi bagaimana
keadaanmu dengan keluargamu?" Ia menjawab, "Begitu melihatku,
keluargaku yang berbicara langsung diam". Umar berkata kepadanya,
"Kalau begitu, kamu turun saja dari jabatanmu. Soalnya kalau terhadap
keluarga dan anakmu saja kamu tidak bisa berlaku lembut, bagaimana kamu
bisa berlaku lembut terhadap umat Rasulullah SAW?".
Baca Selengkapnya dan Rajinlah membaca..!!!
Labels:
Keluarga Islam
Langganan:
Postingan (Atom)


