Tampilkan postingan dengan label Mualaf ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mualaf ISLAM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2009

Kisah mualaf:Amanda

AMANDA :Berawal Benci,Berakhir Cinta Friday
13 July 2007 05:27
Meski awalnya “membenci” Islam, gadis IOWA yang tinggal di Connecticut ini pun akhirnya ‘jatuh cinta’ pada Islam. Ia, akhirnya melafazkan syahadat Sekitar awal September 2006 lalu, kelas Islamic Forum for non Muslims kedatangan seorang gadis bule bermata biru. Duduk di salah satu sudut ruang dengan mata yang tajam, hampir tidak kerkedip dan bahkan memperlihatkan pandangan yang tajam. Beberapa kali lolucen yang saya sampaikan dalam kelas itu, tidak juga menjadikannya tersenyum. Ketika sesi tanya jawab dimulai, sang gadis itu mengangkat tangan, dan tanpa tersenyum menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadikan sebagian peserta ternganga, dan bahkan sebagian menyangka kalau saya akan tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan itu. “If Muhammad is a true prophet, then why he robbed and killed?”, tanyanya dengan suara yang lembut tapi tegas. “Why he forced the Jews to leave their homes, while they have been settled in Madinah a long time before Muhammad was born?”, lanjutnya. Sambil tersenyum saya balik bertanya, “Where did you get this information? I mean, which book did you read”. Dia kemudian memperlihatkan beberapa buku yang dibawanya, termasuk beberapa tulisan/artikel yang diambil dari berbagai sumber di internet. Saya meminta sebagian buku dan artikel tersebut, tapi justru saya tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaannya. Saya balik bertanya, “Where are you from and where do you live?”. Ternyata dia adalah gadis IOWA yang sekarang ini tinggal di Connecticut. Sambil memperkenalkan diri lebih jauh saya memperhatikan “kejujuran” dan “inteligensia” gadis tersebut. Walaupun masih belum bisa memperlihatkan wajah persahabatan, tapi nampaknya dia adalah gadis apa adanya. Dia seorang “saintis” yang bekerja di salah satu lembaga penelitian di New York. Tapi menurutnya lagi, dan sinilah baru nampak sedikit senyum, “I am an IOWAN girl”. Ketika saya tanya apa maksudnya, dia menjawab: “a very country girl”.

Baca Selengkapnya dan Rajinlah membaca..!!!

Sabtu, 19 Desember 2009

Kisah Mualaf:JESSICA

     Dan JESSICA pun bersyahadat menerima islam Hari Sabtu, 14 Oktober lalu, dilakukan buka puasa dengan mengundang tetangga-tetangga non Muslim di Jamaica Muslim Center, salah satu mesjid yang saya pimpin di kota dunia ini. Acara ini kami namai “Open House Iftar”. Memang unik, karenanya asumsinya buka puasa itu adalah mengakhiri puasa yang dilakukan oleh kaum Muslimin. Tapi sore itu, justeru hadir bersama di antara lima ratusan Muslimin di Jamaica Muslim Center puluhan non Muslim dari kalangan tetangga.

Menjelang buka puasa itu saya tiba-tiba saya dikejutkan oleh seorang murid saya yang baru masuk Islam seminggu menjelang bulan puasa. Namanya Carissa Hansen. Beliau yang telah saya ceritakan proses Islamnya terakhir kali. Bersama beliau juga datang seorang gadis belia yang nampak sangat muda. Dengan jilbabnya rapih, saya menyangka dia seorang gadis Libanon atau Palestina.
Setelah menyampaikan ucapan selamat datang, gadis tersebut memperkenalkan diri dengan malu-malu. “Hi, I am Jessica”. Tentu dengan ramah saya balas sapaannya dengan “Hi, how are you? Welcome to our event!”.
   Tiba-tiba saja Carissa menyelah bahwa Jessica ini ingin sekali tahu Islam. Rupanya Jessica bekerja merawat orang-orang “handicapped” (cacat) di kota New York. Dalam salah satu kelas khusus bagi orang-orang cacat inilah, Jessica bertemu dengan Carissa yang baru sekitar 2 minggu masuk islam. Carissa yang memang bersemangat itu menjelaskan kepadanya siapa dia dan Islam yang dianutnya.
Setelah berkenalan beberapa saat saya ketahui kemudian bahwa Jessica ini berayah seorang Muslim keturunan Suriah tapi beribu Spanyol. Namun demikian, selama hidupnya belum pernah belajar Islam. Menurutnya, ayahnya memang orang Suriah tapi dia tidak pernah mengajarnya bahasa Arab (barangkali dimaksudnya Islam). Bahkan (maaf) dia menggelari ayahnya “Cassinova”, yang awalnya saya sendiri tidak tahu artinya. Ternyata dia menjelaskan bahwa “cassinova man” itu adalah seseorang yang “dating many women at the same time”. Menurut Jessica lagi, ayahnya kini sakit keras. Punya lima anak dari 5 ibu yang berbeda.
Oleh karena memang ayahnya tidak melakukan ajaran agama, apalagi mengajarkan anaknya agama Islam, Jessica sendiri merasa lebih Katolik mengikuti agama ibunya. Oleh karenanya, walaupun tidak ke gereja, dia merasa ada ikatan dengan agama Katolik ibunya.

Baca Selengkapnya dan Rajinlah membaca..!!!

Kisah Mualaf: ALFARO

    ALFARO:AL QURAN BENAR DARI ALLOH SWT Tiga belas tahun yang lalu, Vicente Mota Alfaro adalah seorang Katolik taat yang rutin menghadiri missa Mingguan dan membaca Alkitab setiap hari. Hari ini, dia tidak hanya menjadi mualaf, tapi juga menjadi imam masjid di Pusat kebudayaan Islam Valencia (CCIV).
Alfaro adalah mualaf pertama yang menjadi pemimpin jemaah Muslim di masjid Spanyol. Dia juga telah menjadi anggota Dewan Direksi dari CCIV sejak tahun 2005. Tokoh masyarakat Muslim di Valencia mengatakan Alfaro diangkat imam berdasarkan kualifikasi. "Dia dipilih karena dia banyak pengetahuan agama," kata El-Taher Edda, sekjen Dewan Islam untuk Dialog dan Kebersamaan, kepada IslamOnline.net. Saat ini jumlah mualaf di Spanyol meningkat drastis, sebagaimana dilaporkan oleh media lokal bahwa kaum terpelajar, akademisi dan aktivis anti-globalisasi banyak yang memutuskan masuk Islam. Populasi Muslim di Spayol saat ini diperkirakan sekitar 1,5 juta dari total populasi sebesar 40 juta. Islam adalah agama kedua setelah Kristen dan telah diakui melalui hukum kebebasan agama, yang dikeluarkan pada bulan Juli 1967. Perjalanan Spiritual Alfaro Ketika orang bertanya kepada Alfaro tentang perubahan hati dan perpindahan dari Kristen ke Islam, dia memberikan jawaban yang sederhana. "Allah ingin Islam menjadi pilihan saya dan hidup saya," jawab Alfaro tegas Ketika memutuskan untuk menjadi seorang Muslim, Alfaro masih berusia 20 tahun dan masih sebagai pelajar sekolah menengah atas. "Saya membaca Alquran, dan saya menemukan cerita yang sebenarnya tentang Yesus, kemudian saya memtuskan masuk Islam," paparnya.

Baca Selengkapnya dan Rajinlah membaca..!!!