AMANDA :Berawal Benci,Berakhir Cinta
Friday
13 July 2007 05:27
Meski awalnya “membenci” Islam, gadis IOWA yang tinggal di Connecticut ini pun akhirnya ‘jatuh cinta’ pada Islam. Ia, akhirnya melafazkan syahadat
Sekitar awal September 2006 lalu, kelas Islamic Forum for non Muslims kedatangan seorang gadis bule bermata biru. Duduk di salah satu sudut ruang dengan mata yang tajam, hampir tidak kerkedip dan bahkan memperlihatkan pandangan yang tajam. Beberapa kali lolucen yang saya sampaikan dalam kelas itu, tidak juga menjadikannya tersenyum.
Ketika sesi tanya jawab dimulai, sang gadis itu mengangkat tangan, dan tanpa tersenyum menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadikan sebagian peserta ternganga, dan bahkan sebagian menyangka kalau saya akan tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan itu.
“If Muhammad is a true prophet, then why he robbed and killed?”, tanyanya dengan suara yang lembut tapi tegas. “Why he forced the Jews to leave their homes, while they have been settled in Madinah a long time before Muhammad was born?”, lanjutnya.
Sambil tersenyum saya balik bertanya, “Where did you get this information? I mean, which book did you read”. Dia kemudian memperlihatkan beberapa buku yang dibawanya, termasuk beberapa tulisan/artikel yang diambil dari berbagai sumber di internet. Saya meminta sebagian buku dan artikel tersebut, tapi justru saya tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaannya.
Saya balik bertanya, “Where are you from and where do you live?”. Ternyata dia adalah gadis IOWA yang sekarang ini tinggal di Connecticut.
Sambil memperkenalkan diri lebih jauh saya memperhatikan “kejujuran” dan “inteligensia” gadis tersebut. Walaupun masih belum bisa memperlihatkan wajah persahabatan, tapi nampaknya dia adalah gadis apa adanya.
Dia seorang “saintis” yang bekerja di salah satu lembaga penelitian di New York. Tapi menurutnya lagi, dan sinilah baru nampak sedikit senyum, “I am an IOWAN girl”. Ketika saya tanya apa maksudnya, dia menjawab: “a very country girl”.
Minggu, 20 Desember 2009
Kisah mualaf:Amanda
Sabtu, 19 Desember 2009
Kisah Mualaf:JESSICA
Dan JESSICA pun bersyahadat menerima islam
Hari Sabtu, 14 Oktober lalu, dilakukan buka puasa dengan mengundang tetangga-tetangga non Muslim di Jamaica Muslim Center, salah satu mesjid yang saya pimpin di kota dunia ini. Acara ini kami namai “Open House Iftar”. Memang unik, karenanya asumsinya buka puasa itu adalah mengakhiri puasa yang dilakukan oleh kaum Muslimin. Tapi sore itu, justeru hadir bersama di antara lima ratusan Muslimin di Jamaica Muslim Center puluhan non Muslim dari kalangan tetangga.
Kisah Mualaf: ALFARO
ALFARO:AL QURAN BENAR DARI ALLOH SWT Tiga belas tahun yang lalu, Vicente Mota Alfaro adalah seorang Katolik taat yang rutin menghadiri missa Mingguan dan membaca Alkitab setiap hari. Hari ini, dia tidak hanya menjadi mualaf, tapi juga menjadi imam masjid di Pusat kebudayaan Islam Valencia (CCIV).
Alfaro adalah mualaf pertama yang menjadi pemimpin jemaah Muslim di masjid Spanyol. Dia juga telah menjadi anggota Dewan Direksi dari CCIV sejak tahun 2005. Tokoh masyarakat Muslim di Valencia mengatakan Alfaro diangkat imam berdasarkan kualifikasi. "Dia dipilih karena dia banyak pengetahuan agama," kata El-Taher Edda, sekjen Dewan Islam untuk Dialog dan Kebersamaan, kepada IslamOnline.net. Saat ini jumlah mualaf di Spanyol meningkat drastis, sebagaimana dilaporkan oleh media lokal bahwa kaum terpelajar, akademisi dan aktivis anti-globalisasi banyak yang memutuskan masuk Islam. Populasi Muslim di Spayol saat ini diperkirakan sekitar 1,5 juta dari total populasi sebesar 40 juta. Islam adalah agama kedua setelah Kristen dan telah diakui melalui hukum kebebasan agama, yang dikeluarkan pada bulan Juli 1967. Perjalanan Spiritual Alfaro Ketika orang bertanya kepada Alfaro tentang perubahan hati dan perpindahan dari Kristen ke Islam, dia memberikan jawaban yang sederhana. "Allah ingin Islam menjadi pilihan saya dan hidup saya," jawab Alfaro tegas Ketika memutuskan untuk menjadi seorang Muslim, Alfaro masih berusia 20 tahun dan masih sebagai pelajar sekolah menengah atas. "Saya membaca Alquran, dan saya menemukan cerita yang sebenarnya tentang Yesus, kemudian saya memtuskan masuk Islam," paparnya.