Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2010

Kenapa Mereka Menjadi Mualaf

    Apakah mereka seorang mualaf atau sudah lama memeluk islam saya tidak tau pasti,karena tidak berani bertanya kepada mereka.Bahasa tentu saja jadi alasan utama untuk bertanya..hehehe.kan mereka orang bule.Kosakata inggris saya terbatas sekali,meski bukan tidak bisa samasekali.Duh...jadi inget dulu sekolah selalu bolos kalo pelajarannya bahasa inggris.Udah gitu kan pengenalan inggris untuk peralatan teknik.Bener-bener ga menyangka kalo bisa nyasar di brunei sampai 7 tahun dan bekerja dibidang yang bertolak belakang 380 derajat dengan ilmu yang dipelajari di sekolah dulu.(sekedar info saya cuma sekolah di STM jurusan listrik tegangan tinggi).Ok...kembali ke cerita mualaf.Dua kali ketemu di acara sholat ashar berjamaah,kemudian saling jabattangan selepas sholat.Yang menjadi pertanyaan kenapa  mereka jadi muslim dan menyakininya?Karena sholat mereka tegakkan,karena mereka berkenan menutup aurat dengan memakai jilbab(kalau yang satu ini saya melihat di restoran),dan wajah mereka jelas-jelas wajah eropa.Pengalaman ini bukan saya baca di situs-situs islam atau melihat video di youtube(convert to islam),bukan pula saya baca dari buku-buku.Tapi benar-benar hadir di sekitar saya secara langsung.Apakah sebenarnya rahasia hidayah itu???Selalu ada perasaan haru dan kagum yang selalu terlintas di hati saya.Sementara islam dipojokkan sebagai ajaran teroris,ajaran kekerasan,ajaran penindasan terhadap wanita,terbelakang,kebodohan dsb.Anda tentu sangat paham kalo orang putih sangat mengedepankan akal,rasional hingga menyeret mereka kepada paham atheis.Betulkah TUHAN itu ada?Tentu sangat sulit bagi mereka untuk menalar tentang islam,tentang kenyakinan akan hal-hal yang ghaib yang tidak kasatmata.Sementara secara materi mungkin mereka adalah orang-orang yang cukup dipandang dari kehidupan orang indonesia pada umumnya.Jadi alasan menjadi mualaf karena materi bisa di kesampingkan,itu menurut pandangan saya.Mungkin lain pandangan anda.

Baca Selengkapnya dan Rajinlah membaca..!!!

Kamis, 07 Januari 2010

Sistem Pend Anak & Hubungan Anak #Orangtua (2)

     Selasa, 25/08/2009 10:13 WIB
     Al-Qur’an mengarahkan untuk bersyukur kepada Allah sebagai pemberi nikmat yang pertama, dan kepada kedua orangtua sebagai pemberi nikmat yang yang kedua.

وَلَقَدْ آَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (12) وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13) وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15) يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (16) يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17) وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19)
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, ‘Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.’” (12)
"Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar (13)
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibuba panya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun ,. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (14)
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan(15)
(Lukman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (16)
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah) (17)
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (18) Dan sederhanalah kamu dalam berjalandan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai (19) (Luqman/31 : 12 – 19)
    Di bawah naungan gambaran yang lembut itu, al-Qur’an mengarahkan untuk bersyukur kepada Allah sebagai pemberi nikmat yang pertama, dan kepada kedua orangtua sebagai pemberi nikmat yang yang kedua. Al-Qur’an menyusun kewajiban-kewajiban, dimana syukur kepada Allah disebut terlebih dahulu, lalu disusul dengan syukur kepada kedua orangtua. “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu..” Lalu al-Qur’an menghubungkan hakikat ini dengan hakikat akhirat: “Hanya kepada-Kulah kembalimu..” dimana bekal syukur yang disimpan itu bermanfaat.

Baca Selengkapnya dan Rajinlah membaca..!!!